Arba'in al-Ajurri : Hadits Kesembilan

al-Arba'īn Ḥadītsan
Hadits Kesembilan
الأربعون حديثا للآجري
الحديث التاسع

Telah menceritakan kepada kami Abū Bakr al-Ājurrī, ia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Abū Bakr bin Abī Dāwud, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abū ath-Thāhir Aḥmad bin ‘Amr al-Mishrī, ia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb, ia berkata: Telah mengabarkan kepadaku Ḥaiwah bin Syuraiḥ, dari ‘Aqīl bin Khālid, dari Salamah bin Abī Salamah bin ‘Abdirraḥmān, dari ayahnya, dari Ibnu Mas‘ūd, dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda: "Kitab yang terdahulu turun dari satu pintu dan dengan satu atu wajah (satu cara/satu dialek), sedangkan Al-Qur'an turun dari tujuh pintu dan atas tujuh huruf: yang melarang, yang memerintah, yang menghalalkan, yang mengharamkan, yang muḥkam, yang mutasyābih, dan perumpamaan- perumpamaan. Maka halalkanlah yang dihalalkannya, haramkanlah yang diharamkannya, lakukanlah apa yang diperintahkan kepada kalian, jauhilah apa yang dilarang bagi kalian, ambillah pelajaran dari perumpamaan-perumpamaannya, amalkanlah ayat-ayat muḥkam-nya, berimanlah kepada ayat-ayat mutasyābih-nya, dan katakanlah: 'Kami beriman kepadanya, semuanya berasal dari sisi Tuhan kami.'" 1

Muḥammad bin al-Ḥusain berkata: Ketahuilah—semoga Allah merahmatimu—bahwa sepatutnya bagimu mengetahui bahwa Al-Qur'an diturunkan secara sekaligus pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan ke langit dunia, yaitu ke Baitul ‘Izzah, kemudian diturunkan kepada Nabi ﷺ secara berangsur-angsur dalam jangka waktu dua puluh sekian tahun. Makna "atas tujuh huruf" yaitu atas tujuh dialek bahasa; Nabi ﷺ menuntun setiap kabilah sesuai dengan dialek bahasa yang mereka gunakan. Maka tidak sepatutnya sebagian mereka mencela bacaan sebagian yang lain, melainkan wajib bagi siapa saja yang telah menguasai satu bacaan untuk berpegang padanya dan menghafalnya, serta tidak mencela bacaan orang lain yang telah dikuasai orang tersebut, dengan tidak melampaui apa yang ada dalam mushaf ‘Utsmān radhiyallahu ‘anhu. Hendaklah mereka menghalalkan apa yang dihalalkannya dan mengharamkan apa yang diharamkannya. Ilmu tentang semua ini tidak akan dapat dicapai kecuali dengan sunnah (petunjuk Rasulullah), karena sunnah itu menjelaskan maksud Allah ‘Azza wa Jalla dalam apa yang Dia perintahkan dan yang Dia larang kepada para hamba. Tidakkah engkau mendengar firman Allah Ta‘ala: {"Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur'an, agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan"} [An-Naḥl: 44]. Sungguh Nabi ﷺ telah menerangkan kepada umatnya apa yang dihalalkan bagi mereka, apa yang diharamkan atas mereka, dan apa yang diwajibkan atas mereka. Barang siapa ingin mengetahui yang halal dari yang haram, hendaklah ia berpegang pada sunnah. Demikian itu merupakan perintah Allah ‘Azza wa Jalla kepadanya, serta perintah untuk menaati Rasul-Nya ﷺ dan berhenti dari apa yang beliau larang. Allah memperingatkan orang yang menyelisihi beliau dengan firman-Nya ‘Azza wa Jalla: {"Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih"} [An-Nūr: 63]. Kemudian ia beriman kepada ayat-ayat mutasyābih dalam Al-Qur'an, tidak meragukannya, dan tidak membantahnya, karena Allah Ta‘ala telah memperingatkanmu dari hal tersebut; serta hendaklah engkau mengambil pelajaran dari perumpamaan-perumpamaannya, mengamalkan ayat-ayat muḥkam-nya, dan beriman kepada seluruh isinya. Ketahuilah bahwa di dalam Al-Qur'an terdapat nāsikh dan mansūkh, maka tanyakanlah hal itu kepada para ulama dengan niat belajar, bukan untuk berbantah-bantahan dan berdebat.

Allah Ta‘ala berfirman: {"Dialah yang menurunkan Al-Kitab (Al-Qur'an) kepadamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muḥkamāt, itulah pokok-pokok isi Al-Qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyābihāt. Adapun orang-orang yang dalam hatinya ada kecenderungan kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyābih darinya untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah"} [Āli ‘Imrān: 7]. Ketahuilah—semoga Allah merahmatimu—bahwa mengenai ayat-ayat yang muḥkamāt, Ibnu ‘Abbās berkata: "(Yaitu) nāsikh-nya dan mansūkh-nya, halal-nya dan haram-nya, kewajiban-kewajibannya dan hukum-hukum batasannya, serta apa yang diperintahkan, diamalkan, dan dijadikan agama dengannya." Inilah jalan para ahli fikih dari kalangan kaum muslimin. Adapun firman-Nya ‘Azza wa Jalla: {"Itulah pokok-pokok isi Al-Kitab"} [Āli ‘Imrān: 7], Sa‘īd bin Jubair berkata: "Maksudnya adalah induk Al-Kitab, dan hanyasanya Allah ‘Azza wa Jalla menamakannya 'Ummu al-Kitāb' (induk Al-Kitab) karena ayat-ayat tersebut tertulis di seluruh Al-Kitab." Dan Mujāhid berkata tentang firman-Nya: {"Dan yang lain (ayat-ayat) mutasyābihāt"}, ia berkata: "Sebagiannya membenarkan sebagian yang lain."

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الْآجُرِّيُّ، قَالَ أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي دَاوُدَ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو الطَّاهِرِ أَحْمَدُ بْنُ عَمْرٍو الْمِصْرِيُّ قَالَ: أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ: أَخْبَرَنِي حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ، عَنْ عَقِيلِ بْنِ خَالِدٍ، عَنْ سَلَمَةَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: كَانَ الْكِتَابُ الْأَوَّلُ نَزَلَ مِنْ بَابٍ وَاحِدٍ، وَعَلَى وَجْهٍ وَاحِدٍ، وَنَزَلَ الْقُرْآنُ مِنْ سَبْعَةِ أَبْوَابٍ، عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ: زَاجِرٍ، وَآمِرٍ، وَحَلَالٍ، وَحَرَامٍ، وَمُحْكَمٍ، وَمُتَشَابِهٍ، وَأَمْثَالٍ، فَأَحِلُّوا حَلَالَهُ، وَحَرِّمُوا حَرَامَهُ، وَافْعَلُوا مَا أُمِرْتُمْ، وَانْتَهُوا عَمَّا نُهِيتُمْ، وَاعْتَبِرُوا بِأَمْثَالِهِ، وَاعْمَلُوا بِمُحْكَمِهِ، وَآمِنُوا بِمُتَشَابِهِهِ، وَقُولُوا: آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا.1

قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ: اعْلَمْ رَحِمَكَ اللَّهُ أَنَّهُ يَنْبَغِي لَكَ أَنْ تَعْلَمَ أَنَّ الْقُرْآنَ نَزَلَ جُمْلَةً فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا إِلَى بَيْتِ الْعِزَّةِ، ثُمَّ نَزَلَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي نَيِّفٍ وَعِشْرِينَ سَنَةً، وَمَعْنَى عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ يَعْنِي عَلَى سَبْعِ لُغَاتٍ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُلَقِّنُ كُلَّ قَبِيلَةٍ عَلَى مَا تَحْمِلُ مِنْ لُغَتِهَا، فَلَا يَنْبَغِي أَنْ يُعِيبَ بَعْضُهُمْ قِرَاءَةَ غَيْرِهِ، بَلْ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مَنِ الْتَقَنَ بِحَرْفٍ أَنْ يَلْزَمَهُ وَيَحْفَظَهُ، وَلَا يَعِيبُ عَلَى غَيْرِهِ مَا قَدِ الْتَقَنَ، فَلَا يُجَاوِزُ مَا فِي مُصْحَفِ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، فَيُحِلُّوا حَلَالَهُ، وَيُحَرِّمُوا حَرَامَهُ، وَلَنْ يُدْرَكَ عِلْمُ هَذَا كُلِّهِ إِلَّا بِالسُّنَنِ، لِأَنَّ السُّنَنَ تَبَيَّنُ مُرَادَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فِيمَا أَمَرَ بِهِ الْعِبَادَ وَنَهَاهُمْ عَنْهُ، أَلَمْ تَسْمَعْ إِلَى قَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى: وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ [النحل:٤٤] فَقَدْ بَيَّنَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأُمَّتِهِ مَا أَحَلَّهُ لَهُمْ، وَمَا حَرَّمَهُ عَلَيْهِمْ، وَمَا فَرَضَ عَلَيْهِمْ، فَمَنْ أَرَادَ أَنْ يَعْلَمَ الْحَلَالَ مِنَ الْحَرَامِ لَزِمَ السُّنَنَ، وَذَلِكَ أَمْرُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ وَبِطَاعَةِ رَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالِانْتِهَاءِ عَمَّا نَهَى، وَحَذَّرَ مَنْ خَالَفَهُ بِقَوْلِهِ عَزَّ وَجَلَّ: فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ [النور: ٦٣] ثُمَّ يُؤْمِنُ بِمُتَشَابِهِ الْقُرْآنِ، وَلَا يُمَارِي فِيهِ، وَلَا يُجَادِلُ، فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَدْ حَذَّرَكَ عَنْ ذَلِكَ، وَتَعْتَبِرَ بِأَمْثَالِهِ، وَتَعْمَلَ بِمُحْكَمِهِ، وَتُؤْمِنَ بِجَمِيعِ مَا فِيهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ فِيَ الْقُرْآنِ نَاسِخًا وَمَنْسُوخًا، فَاسْأَلْ عَنْهُ الْعُلَمَاءَ عَلَى وَجْهِ التَّعَلُّمِ لَا عَلَى وَجْهِ الْجَدَلِ وَالْمِرَاءِ.

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ، فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ، وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ [آل عمران: ٧] وَاعْلَمْ -رَحِمَكَ اللَّهُ- أَنَّ الْآيَاتِ الْمُحْكَمَاتِ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: نَاسِخُهُ وَمُنْسُوخُهُ، وَحَلَالُهُ وَحَرَامُهُ، وَفَرَائِضُهُ وَحُدُودُهُ، وَمَا يُؤْمَرُ بِهِ، وَمَا يُعْمَلُ بِهِ وَيُدَانُ بِهِ، وَهَذَا طَرِيقُ فُقَهَاءِ الْمُسْلِمِينَ، وَقَوْلُهُ عَزَّ وَجَلَّ: هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ [آل عمران: ٧] قَالَ سَعِيدُ بْنُ جُبَيْرٍ: هُنَّ أَصْلُ الْكِتَابِ، وَإِنَّمَا سَمَّاهُنَّ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ» أُمُّ الْكِتَابِ « لَأَنَّهُنَّ مَكْتُوبَاتٌ فِي جَمِيعِ الْكِتَابِ، وَقَالَ مُجَاهِدٌ: وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ، قَالَ: يُصَدِّقُ بَعْضُهُ بَعْضًا.

1. Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abdilbar dalam at-Tamhīd (8: 275) dari al-Muṣannif dengannya. Dan diriwayatkan oleh Ibnu Jarīr dalam Tafsīr-nya (1: 30), ath-Thaḥāwī dalam al-Musykil (3102), Ibnu Ḥibbān (745), al-Ḥākim (1: 553) dan ia menshahihkannya, serta al-Harawī dalam Dzamm al-Kalām (3: 63-64) dari beberapa jalur dari Ḥaiwah dengannya.

Ibnu ‘Abdilbar berkata: "Dan hadits ini di kalangan ahli ilmu tidak tsabit (tidak valid), karena Ḥaiwah meriwayatkannya dari ‘Uqail dari Salamah demikian, sedangkan al-Laits meriwayatkannya dari ‘Uqail dari Ibnu Syihāb dari Salamah bin Abī Salamah dari ayahnya dari Nabi ﷺ secara mursal. Dan Abū Salamah tidak pernah bertemu dengan Ibnu Mas‘ūd, serta anaknya yaitu Salamah bukanlah orang yang dijadikan hujjah. Hadits ini disepakati atas kedhaifannya dari segi sanadnya, dan sungguh sekelompok ahli nadhar telah menolaknya..." hingga akhir dari apa yang dikatakannya.

Saya (pentahqiq) katakan: Dan riwayat al-Laits yang diisyaratkan oleh beliau telah diriwayatkan pula oleh ath-Thaḥāwī dalam al-Musykil (3103), hanya saja gugur dari sanadnya penyebutan Abū Salamah, maka di dalamnya tertulis: "Salamah bin Abī Salamah dari Rasulullah ﷺ" dengannya.

Demikian pula ath-Thaḥāwī menilai terputus (inqitha‘) riwayat yang terdahulu dengan perkataannya: "Karena Abū Salamah dari segi usianya tidak memungkinkan untuk bertemu dengan ‘Abdullāh bin Mas‘ūd dan tidak pula mengambil (hadits) darinya." Kemudian beliau menyebutkan penafsiran yang memungkinkan bagi hadits ini, demikian pula Ibnu ‘Abdilbar dalam at-Tamhīd.

Dan demikian pula Ibnu Ḥajar menilai hadits ini terputus (inqitha‘) dalam al-Fatḥ (9: 29)

1. أَخْرَجَهُ ابْنُ عَبْدِ الْبَرِّ فِي «التَّمْهِيدِ» (٨ : ٢٧٥) عَنِ الْمُصَنِّفِ بِهِ . وَأَخْرَجَهُ ابْنُ جَرِيرٍ فِي «تَفْسِيرِهِ» (١ : ٣٠) وَالطَّحَاوِيُّ فِي «الْمُشْكِلِ» (٣١٠٢) وَابْنُ حِبَّانَ (٧٤٥) وَالْحَاكِمُ (١ : ٥٥٣) وَصَحَّحَهُ وَالْهَرَوِيُّ فِي «ذَمِّ الْكَلَامِ» (٣ : ٦٣ - ٦٤) مِنْ طُرُقٍ عَنْ حَيْوَةَ بِهِ . وَقَالَ ابْنُ عَبْدِ الْبَرِّ : «وَهَذَا حَدِيثٌ عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ لَا يَثْبُتُ ، لِأَنَّهُ يَرْوِيهِ حَيْوَةُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ سَلَمَةَ هَكَذَا ، وَيَرْوِيهِ اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرْسَلًا . وَأَبُو سَلَمَةَ لَمْ يَلْقَ ابْنَ مَسْعُودٍ ، وَابْنُهُ سَلَمَةُ لَيْسَ مِمَّنْ يُحْتَجُّ بِهِ . وَهَذَا الْحَدِيثُ مُجْمَعٌ عَلَى ضَعْفِهِ مِنْ جِهَةِ إِسْنَادِهِ ، وَقَدْ رَدَّهُ قَوْمٌ مِنْ أَهْلِ النَّظَرِ ... » إِلَى آخِرِ مَا قَالَهُ .

قُلْتُ : وَرِوَايَةُ اللَّيْثِ الَّتِي نَوَّهَ بِهَا أَخْرَجَهَا الطَّحَاوِيُّ فِي «الْمُشْكِلِ» (٣١٠٣) إِلَّا أَنَّهُ سَقَطَ مِنْ إِسْنَادِهِ ذِكْرُ أَبِي سَلَمَةَ ، فَفِيهِ : «سَلَمَةُ بْنُ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ» بِهِ . وَكَذَا حَكَمَ الطَّحَاوِيُّ بِانْقِطَاعِ الرِّوَايَةِ الْمُتَقَدِّمَةِ بِقَوْلِهِ : «لِأَنَّ أَبَا سَلَمَةَ لَا يَتَهَيَّأُ فِي سِنِّهِ لِقَاءُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ وَلَا أَخْذُهُ إِيَّاهُ عَنْهُ» . ثُمَّ ذَكَرَ مَا يَحْتَمِلُ تَفْسِيرَ هَذَا الْحَدِيثِ ، وَكَذَا ابْنُ عَبْدِ الْبَرِّ فِي «التَّمْهِيدِ» . وَكَذَا حَكَمَ عَلَيْهِ بِالِانْقِطَاعِ ابْنُ حَجَرٍ فِي «الْفَتْحِ» (٩ : ٢٩) .

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الْآجُرِّيُّ، قَالَ أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي دَاوُدَ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو الطَّاهِرِ أَحْمَدُ بْنُ عَمْرٍو الْمِصْرِيُّ قَالَ: أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ: أَخْبَرَنِي حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ، عَنْ عَقِيلِ بْنِ خَالِدٍ، عَنْ سَلَمَةَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: كَانَ الْكِتَابُ الْأَوَّلُ نَزَلَ مِنْ بَابٍ وَاحِدٍ، وَعَلَى وَجْهٍ وَاحِدٍ، وَنَزَلَ الْقُرْآنُ مِنْ سَبْعَةِ أَبْوَابٍ، عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ: زَاجِرٍ، وَآمِرٍ، وَحَلَالٍ، وَحَرَامٍ، وَمُحْكَمٍ، وَمُتَشَابِهٍ، وَأَمْثَالٍ، فَأَحِلُّوا حَلَالَهُ، وَحَرِّمُوا حَرَامَهُ، وَافْعَلُوا مَا أُمِرْتُمْ، وَانْتَهُوا عَمَّا نُهِيتُمْ، وَاعْتَبِرُوا بِأَمْثَالِهِ، وَاعْمَلُوا بِمُحْكَمِهِ، وَآمِنُوا بِمُتَشَابِهِهِ، وَقُولُوا: آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا.1

قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ: اعْلَمْ رَحِمَكَ اللَّهُ أَنَّهُ يَنْبَغِي لَكَ أَنْ تَعْلَمَ أَنَّ الْقُرْآنَ نَزَلَ جُمْلَةً فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا إِلَى بَيْتِ الْعِزَّةِ، ثُمَّ نَزَلَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي نَيِّفٍ وَعِشْرِينَ سَنَةً، وَمَعْنَى عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ يَعْنِي عَلَى سَبْعِ لُغَاتٍ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُلَقِّنُ كُلَّ قَبِيلَةٍ عَلَى مَا تَحْمِلُ مِنْ لُغَتِهَا، فَلَا يَنْبَغِي أَنْ يُعِيبَ بَعْضُهُمْ قِرَاءَةَ غَيْرِهِ، بَلْ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مَنِ الْتَقَنَ بِحَرْفٍ أَنْ يَلْزَمَهُ وَيَحْفَظَهُ، وَلَا يَعِيبُ عَلَى غَيْرِهِ مَا قَدِ الْتَقَنَ، فَلَا يُجَاوِزُ مَا فِي مُصْحَفِ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، فَيُحِلُّوا حَلَالَهُ، وَيُحَرِّمُوا حَرَامَهُ، وَلَنْ يُدْرَكَ عِلْمُ هَذَا كُلِّهِ إِلَّا بِالسُّنَنِ، لِأَنَّ السُّنَنَ تَبَيَّنُ مُرَادَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فِيمَا أَمَرَ بِهِ الْعِبَادَ وَنَهَاهُمْ عَنْهُ، أَلَمْ تَسْمَعْ إِلَى قَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى: وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ [النحل:٤٤] فَقَدْ بَيَّنَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأُمَّتِهِ مَا أَحَلَّهُ لَهُمْ، وَمَا حَرَّمَهُ عَلَيْهِمْ، وَمَا فَرَضَ عَلَيْهِمْ، فَمَنْ أَرَادَ أَنْ يَعْلَمَ الْحَلَالَ مِنَ الْحَرَامِ لَزِمَ السُّنَنَ، وَذَلِكَ أَمْرُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ وَبِطَاعَةِ رَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالِانْتِهَاءِ عَمَّا نَهَى، وَحَذَّرَ مَنْ خَالَفَهُ بِقَوْلِهِ عَزَّ وَجَلَّ: فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ [النور: ٦٣] ثُمَّ يُؤْمِنُ بِمُتَشَابِهِ الْقُرْآنِ، وَلَا يُمَارِي فِيهِ، وَلَا يُجَادِلُ، فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَدْ حَذَّرَكَ عَنْ ذَلِكَ، وَتَعْتَبِرَ بِأَمْثَالِهِ، وَتَعْمَلَ بِمُحْكَمِهِ، وَتُؤْمِنَ بِجَمِيعِ مَا فِيهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ فِيَ الْقُرْآنِ نَاسِخًا وَمَنْسُوخًا، فَاسْأَلْ عَنْهُ الْعُلَمَاءَ عَلَى وَجْهِ التَّعَلُّمِ لَا عَلَى وَجْهِ الْجَدَلِ وَالْمِرَاءِ.

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ، فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ، وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ [آل عمران: ٧] وَاعْلَمْ -رَحِمَكَ اللَّهُ- أَنَّ الْآيَاتِ الْمُحْكَمَاتِ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: نَاسِخُهُ وَمُنْسُوخُهُ، وَحَلَالُهُ وَحَرَامُهُ، وَفَرَائِضُهُ وَحُدُودُهُ، وَمَا يُؤْمَرُ بِهِ، وَمَا يُعْمَلُ بِهِ وَيُدَانُ بِهِ، وَهَذَا طَرِيقُ فُقَهَاءِ الْمُسْلِمِينَ، وَقَوْلُهُ عَزَّ وَجَلَّ: هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ [آل عمران: ٧] قَالَ سَعِيدُ بْنُ جُبَيْرٍ: هُنَّ أَصْلُ الْكِتَابِ، وَإِنَّمَا سَمَّاهُنَّ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ» أُمُّ الْكِتَابِ « لَأَنَّهُنَّ مَكْتُوبَاتٌ فِي جَمِيعِ الْكِتَابِ، وَقَالَ مُجَاهِدٌ: وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ، قَالَ: يُصَدِّقُ بَعْضُهُ بَعْضًا.

<< Prev
Daftar Isi | Beranda | |
Next >>