Arba'in al-Ajurri : Hadits Keenam
Telah menceritakan kepada kami Abū Bakr al-Ājurrī, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abū Ja‘far Aḥmad bin Yaḥyā al-Ḥulwānī, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Muḥammad bin ash-Shabbāḥ ad-Dūlābī, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Ismā‘īl bin Zakariyyā, dari al-A‘masy, dari Zaid bin Wahb, dari ‘Abdullāh bin Mas‘ūd, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Rasulullah ﷺ—dan beliau adalah ash-Shādiqul Mushaddaq (orang yang benar dan dibenarkan perkataannya)—: "Sesungguhnya penciptaan salah seorang di antara kalian dihimpunkan di dalam perut ibunya selama empat puluh malam, kemudian menjadi segumpal darah (‘alaqah) selama masa yang sama, kemudian menjadi segumpal daging (mudhghah) selama masa yang sama. Kemudian Allah ‘Azza wa Jalla mengutus seorang malaikat kepadanya, lalu diperintahkan dengan empat kalimat: maka ia mencatat amalnya, ajalnya, rezekinya, serta apakah ia sengsara atau bahagia; kemudian ditiupkan ruh ke dalamnya. Maka sungguh, ada salah seorang di antara kalian yang benar-benar beramal dengan amalan penghuni surga hingga jarak antara dirinya dengan surga tinggal satu hasta saja, namun takdir telah mendahuluinya, lalu ia mengerjakan amalan penghuni neraka sehingga ia pun memasukinya. Dan sungguh, ada salah seorang di antara kalian yang benar-benar beramal dengan amalan penghuni neraka hingga jarak antara dirinya dengan neraka tinggal satu hasta saja, namun takdir telah mendahuluinya, lalu ia mengerjakan amalan penghuni surga sehingga ia pun memasukinya."1
Muḥammad bin al-Ḥusain berkata: Maka sudah sepatutnya bagimu, wahai penanya, untuk mengetahui bahwa Allah ‘Azza wa Jalla telah menetapkan rezeki para hamba secara tuntas, dan bahwa setiap hamba pasti menerima rezekinya secara sempurna, tidak akan bertambah dan tidak pula berkurang darinya. Demikian pula Dia telah menetapkan batas-batas ajal; tidak ada seorang pun yang bertambah ajalnya dan tidak pula dikurangi hingga datang akhir ajalnya. Demikian pula Allah ‘Azza wa Jalla telah mencatat amal yang akan ia kerjakan, baik maupun buruk, serta menetapkannya sebagai orang yang sengsara atau bahagia. Maka seluruh hamba berupaya dalam suatu perkara yang telah selesai ditetapkan takdirnya. Mengimani hal ini adalah wajib, dan barang siapa tidak mengimaninya, sungguh ia telah kafir.
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الْآجُرِّيُّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو جَعْفَرٍ أَحْمَدُ بْنُ يَحْيَى الْحُلْوَانِي قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ الدُّولَابِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ زَكَرِيَّا، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ الصَّادِقُ الْمُصَدَّقُ: إِنَّ خَلْقَ أَحَدِكُمْ يُجْمَعُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً، ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَبْعَثُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَيْهِ مَلَكًا فَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: فَيَكْتُبُ عَمَلَهُ وَأَجَلَهُ وَرِزْقَهُ وَشَقِيُّ أَمْ سَعِيدٌ، ثُمَّ يَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلَ النَّارِ، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلَ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلَهَا.1
قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ: فَيَنْبَغِي لَكَ أَيُّهَا السَّائِلُ أَنْ تَعْلَمَ أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ فَرَغَ مِنْ أَرْزَاقِ الْعِبَادِ، وَأَنَّ كُلَّ عَبْدٍ مُسْتَوْفٍ رِزْقَهَ لَا يَزِيدُ فِيهِ وَلَا يَنْقُصُ مِنْهُ وَكَذَا قَدْ فَرَغَ مِنَ الْآجَالِ، لَا يَزْدَادُ أَحَدٌ عَلَى أَجَلِهِ وَلَا يُنْتَقَصُ مِنْهُ حَتَّى يَأْتِيَهُ آخِرُ أَجَلِهِ، وَكَذَا كَتَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَمَلَهُ الَّذِي يَعْمَلُ خَيْرًا كَانَ أَوْ شَرًّا، وَكَتَبَهُ شَقِيًّا أَوْ سَعِيدًا، فَكُلُّ الْعِبَادِ يَسْعَوْنَ فِي أَمَرٍ قَدْ فُرِغَ مِنْهُ، وَالْإِيمَانُ بِهَذَا وَاجِبٌ، وَمَنْ لَمْ يُؤْمِنْ بِهِ كَفَرَ.
1. Diriwayatkan juga oleh al-Bukhārī dan Muslim dan selain keduanya.
1. وَأَخْرَجَهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ وَغَيْرُهُمَا