Arba'in al-Ajurri : Hadits Kelima

al-Arba'īn Ḥadītsan
Hadits Kelima
الأربعون حديثا للآجري
الحديث الخامس

Ia berkata: Telah menceritakan kepada kami al-Ājurrī, ia berkata: Telah mengabarkan kepada kami al-Firyābī, ia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Isḥāq bin Rāhawaih, ia berkata: Telah mengabarkan kepada kami an-Nadhr bin Syumail, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Kahmas bin al-Ḥasan, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullāh bin Buraidah, dari Yaḥyā bin Ya‘mar, ia berkata: Orang yang pertama kali memperbincangkan masalah takdir di Bashrah adalah Ma‘bad al-Juhanī. Maka aku dan Ḥumaid bin ‘Abdirraḥmān berangkat untuk menunaikan haji atau umrah. Kami berkata: "Sekiranya kita dapat menjumpai salah seorang sahabat Rasulullah ﷺ, tentu kita akan menanyakan kepadanya tentang apa yang mereka perbincangkan mengenai takdir." Lalu kami berkesempatan bertemu dengan ‘Abdullāh bin ‘Umar di dalam masjid, maka aku dan sahabatku mengapitnya; salah seorang dari kami berada di sebelah kanannya dan yang lain di sebelah kirinya. Aku menduga sahabatku akan menyerahkan pembicaraan kepadaku, maka aku berkata kepadanya: "Wahai Abū ‘Abdirraḥmān, sesungguhnya telah muncul di tengah-tengah kami sekelompok orang yang membaca Al-Qur'an dan mendalami ilmu, namun mereka beranggapan bahwa tidak ada takdir dan bahwa segala perkara terjadi dengan sendirinya tanpa takdir terdahulu." Beliau menjawab: "Jika kalian bertemu dengan mereka, beritahukanlah kepada mereka bahwa aku berlepas diri dari mereka dan mereka pun berlepas diri dariku. Demi Dzat yang ‘Abdullāh bin ‘Umar bersumpah dengan-Nya, sekiranya salah seorang di antara mereka memiliki emas sepenuh bumi lalu menginfakkannya di jalan Allah, niscaya Allah ‘Azza wa Jalla tidak akan menerimanya sampai ia beriman kepada takdir."

Kemudian beliau berkata: Telah menceritakan kepadaku ‘Umar bin al-Khaththāb radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Ketika kami sedang berada di sisi Rasulullah ﷺ, tiba-tiba muncul di hadapan kami seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh, serta tidak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Hingga ia duduk di dekat Nabi Allah ﷺ, lalu ia menyandarkan kedua lututnya pada kedua lutut beliau dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua pahanya, kemudian berkata: "Wahai Muḥammad, beritahukanlah kepadaku tentang Islam, apakah Islam itu?" Beliau bersabda: "Engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muḥammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa di bulan Ramadhan, dan menunaikan haji ke Baitullah jika engkau mampu menempuh perjalanan ke sana." Orang itu berkata: "Engkau benar." ‘Umar berkata: Kami pun merasa heran kepadanya, ia bertanya kepada beliau tetapi ia juga yang membenarkannya. Orang itu berkata: "Beritahukanlah kepadaku tentang iman." Beliau bersabda: "Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk." Orang itu berkata: "Engkau benar." ‘Umar berkata: Kami pun merasa heran kepadanya, ia bertanya kepada beliau tetapi ia juga yang membenarkannya. Orang itu berkata: "Beritahukanlah kepadaku tentang ihsan." Beliau bersabda: "Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya; jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu." Orang itu berkata: "Engkau benar." Orang itu berkata lagi: "Beritahukanlah kepadaku tentang hari kiamat." Beliau bersabda: "Orang yang ditanya tentangnya tidak lebih tahu daripada yang bertanya."

‘Umar radhiyallahu ‘anhu berkata: Maka aku berdiam diri selama tiga hari, kemudian Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku: "Wahai ‘Umar, tahukah engkau siapakah yang bertanya itu?" Aku menjawab: "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." Beliau bersabda: "Sesungguhnya ia adalah Jibrīl ‘alaihissalām yang datang kepada kalian untuk mengajarkan urusan agama kalian."1

Muḥammad bin al-Ḥusain berkata: Ketahuilah—semoga Allah merahmati kami dan engkau—bahwa Nabi ﷺ telah memberitahumu dalam hadits ini bahwa Jibrīl ‘alaihissalām bertanya kepada Nabi ﷺ di hadapan para sahabatnya hanyalah bertujuan untuk mengajarkan urusan agama kepada mereka, maka sudah sepatutnya kaum muslimin memahaminya. Adapun sabda dan pertanyaannya tentang Islam telah kami jelaskan kepadamu pada hadits sebelumnya. Sedangkan mengenai iman, maka wajib bagi setiap muslim untuk beriman kepada Allah ‘Azza wa Jalla, kepada seluruh malaikat-Nya, kepada seluruh kitab-Nya yang Allah turunkan kepada para rasul-Nya, kepada seluruh nabi-Nya, kepada kematian, kepada kebangkitan setelah mati, kepada surga dan neraka, serta kepada apa yang disampaikan oleh riwayat-riwayat dalam hadits-hadits lainnya; seperti beriman kepada ash-Shirāṭ, al-Mīzān, al-Ḥaudh, syafaat, azab kubur, adanya kaum yang keluar dari neraka lalu masuk surga, hari kiamat, dan hal-hal serupa yang diimani oleh ahlulhaq dari kalangan ulama, serta diingkari oleh para pengikut hawa nafsu, bid‘ah, dan kesesatan yang telah diperingatkan oleh Nabi ﷺ, para sahabat, para tabi‘in yang mengikuti mereka dengan baik, serta para ulama kaum muslimin. Juga wajib beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk, serta berlepas diri dari orang yang tidak beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk sebagaimana Ibnu ‘Umar berlepas diri darinya.

Adapun perkataannya: "Beritahukanlah kepadaku tentang ihsan," beliau bersabda: "Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya; jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu." Maka ketahuilah bahwa barang siapa beribadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla, ia harus menyadari bahwa Allah ‘Azza wa Jalla senantiasa mengawasi amalnya, mengetahui apa yang dirahasiakan maupun yang ditampakkannya, serta mengetahui apa yang engkau sembunyikan dari amalmu dan apa yang engkau perlihatkan, juga apa yang engkau tuju dengan ilmumu—apakah engkau mengharapkan Allah ataukah selain-Nya? Allah berfirman: {"Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi"} [Thāhā: 7], {"Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati"} [Ghāfir: 19], dan {"Dia mengetahui keadaan kalian"} [An-Nūr: 64]. Maka waspadalah terhadap-Nya. Barang siapa menjaga kesadaran ini dengan hati dan ilmunya, niscaya ia akan takut dan tunduk kepada Allah ‘Azza wa Jalla serta beribadah kepada-Nya sebagaimana yang diperintahkan-Nya. Namun jika engkau lalai dari pengawasan ini, ketahuilah bahwa Dia tetap melihatmu, kemudian hanya kepada-Nya tempat kembalimu, lalu Dia akan memberitahukan apa yang telah engkau perbuat. Maka berhati-hatilah dari kelalaian dalam beribadah kepada-Nya, dan beribadahlah kepada-Nya sebagaimana yang Dia perintahkan kepadamu, bukan menurut hawa nafsumu. Mintalah pertolongan kepada-Nya dan berpegangteguhlah kepada-Nya, karena sesungguhnya Dia tidak akan membiarkan orang yang berlindung kepada-Nya, dan sungguh Dia telah menjamin bagi siapa saja yang berpegangteguh kepada-Nya untuk menunjukinya ke jalan yang lurus.

قَالَ حَدَّثَنَا الْآجُرّيُّ قَالَ أَخْبَرَنَا الْفِرْيَابِيُّ قَالَ: أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ رَاهَوَيْهِ قَالَ: أَخْبَرَنَا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ قَالَ: حَدَّثَنَا كَهْمَسُ بْنُ الْحَسَنِ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمُرَ قَالَ: "كَانَ أَوَّلَ مَنْ قَالَ فِي هَذَا الْقَدَرِ بِالْبَصْرَةِ مَعْبَدٌ الْجُهَنِيُّ، فَانْطَلَقْتُ أَنَا وَحُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَاجِّينَ أَوْ مُعْتَمِرِينَ قَالَ: فَقُلْنَا: لَوْ لَقِينَا أَحَدًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلْنَاهُ عَمَّا يَقُولُ هَؤُلَاءِ فِي الْقَدَرِ، فَوَافَقْنَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ دَاخِلَ الْمَسْجِدِ فَاكْتَنَفْتُهُ أَنَا وَصَاحِبِي، أَحَدُنَا عَنْ يَمِينِهِ وَالْآخَرُ عَنْ يَسَارِهِ فَظَنَنْتُ أَنَّ صَاحِبِي سَيَكِلُ الْكَلَامَ إِلَيَّ، فَقُلْتُ لَهُ: يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَن إِنَّهُ قَدْ ظَهَرَ قِبَلَنَا أُنَاسٌ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ، وَيَتَقَفَّرُونَ الْعِلْمَ، وَيَزْعُمُونَ أَنْ لَا قَدَرَ، وَأَنَّ الْأَمْرَ أُنُفٌ قَالَ: فَإِذَا لَقِيتُمُوهُمْ فَأَخْبَرُوهُمْ أَنِّي مِنْهُمْ بَرِئٌ وَأَنَّهُمْ مِنِّي بُرَآءُ، وَالَّذِي يَحْلِفُ بِهِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ، لَوْ كَانَ لِأَحَدِهِمْ مِلْءُ الْأَرْضِ ذَهَبًا فَأَنْفَقَهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ مَا قَبِلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مِنْهُ ذَلِكَ حَتَّى يُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ.

ثُمَّ قَالَ: حَدَّثَنِي عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيدُ سَوَادِ الشَّعْرِ لَا يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلَا يَعْرِفُهُ أَحَدٌ مِنَّا حَتَّى جَلَسَ إِلَى نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ ثُمَّ قَالَ: يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنِ الْإِسْلَامِ، وَمَا الْإِسْلَامُ؟ قَالَ: أَنْ تَشَهَّدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُومَ شَهْرَ رَمَضَانَ، وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلًا. قَالَ: صَدَقْتَ، قَالَ فَعَجِبْنَا أَنَّهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ , قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ الْإِيمَانِ قَالَ: أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ، وَمَلَائِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. قَالَ: صَدَقْتَ، قَالَ: فَعَجِبْنَا أَنَّهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ الْإِحْسَانِ قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ. قَالَ: صَدَقْتَ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ قَالَ: مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ.

قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: فَلَبِثْتُ ثَلَاثًا، ثُمَّ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا عُمَرُ هَلْ تَدْرِي مَنِ السَّائِلُ؟ فَقُلْتُ: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ: فَإِنَّهُ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ، أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ أَمَرَ دِينِكُمْ1.

قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ: اعْلَمْ رَحِمَنَا اللَّهُ وَإِيَّاكَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ أَعْلَمَكَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ أَنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَامُ إِنَّمَا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحَضْرَةِ أَصْحَابِهِ إِنَّمَا أَرَادَ أَنْ يُعَلِّمَهُمْ أَمَرَ دِينِهِمْ، فَيَنْبَغِي لِلْمُسْلِمِينَ أَنْ يَعْلَمُوهُ، وَأَمَّا قَوْلُهُ وَسُؤَالُهُ عَنِ الْإِسْلَامِ فَقَدْ بَيَّنَّا لَكَ فِي الْحَدِيثِ الَّذِي قَبْلَهُ، وَأَمَّا الْإِيمَانُ فَوَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ أَنْ يُؤْمِنَ بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَبِجَمِيعِ مَلَائِكَتِهِ، وَبِجَمِيعِ كُتُبِهِ الَّتِي أَنْزَلَهَا اللَّهُ عَلَى رُسُلِهِ، وَبِجَمِيعِ أَنْبِيَائِهِ، وَبِالْمَوْتِ، وَبِالْبَعْثِ، مِنْ بَعْدِ الْمَوْتِ، وَبِالْجَنَّةِ وَالنَّارِ، وَبِمَا جَاءَتْ بِهِ الْآثَارُ فِي أَحَادِيثَ أُخَرَ، مِثْلِ أَنْ يُؤْمِنَ بِالصِّرَاطِ، وَالْمِيزَانِ، وَبِالْحَوْضِ، وَالشَّفَاعَةِ، وَبِعَذَابِ الْقَبْرِ، وَبِقَوْمٍ يَخْرُجُونَ مِنَ النَّارِ فَيَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ، وَبِالسَّاعَةِ، وَأَشْبَاهٍ لِهَذَا مِمَّا يُؤْمِنُ بِهِ أَهْلُ الْحَقِّ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ، وَيَجْحَدُ بِهَا أَهْلُ الْأَهْوَاءِ وَالْبِدَعِ وَالضَّلَالَةِ مِمَّنْ حَذَّرَنَاهُمُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَحَذَّرَنَاهُمُ الصَّحَابَةُ، وَالتَّابِعُونَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ، وَعُلَمَاءُ الْمُسْلِمِينَ، وَيُؤْمَنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ، وَيَبْرَأَ مِمَّنْ لَمْ يُؤْمِنْ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ كَمَا تَبَرَّأَ ابْنُ عُمَرَ مِنْهُ.

وَقَوْلُهُ: «وَأَخْبِرْنِي عَنِ الْإِحْسَانِ» قَالَ: «أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ» فَاعْلَمْ أَنَّهُ مَنْ عَبَدَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فَيَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ مُطَّلِعٌ عَلَى عَمَلِهِ، يَعْلَمُ سَرَّهُ وَعَلَانِيَتَهُ، وَيَعْلَمُ مَا تُخْفِي مِنْ عَمَلِكَ وَمَا تُبْدِيهِ، وَمَا تُرِيدُ بِعِلْمِكَ أَللَّهَ تُرِيدُ أَمْ غَيْرَهُ؟، {يَعْلَمُ السِّرَّ وَأَخْفَى} [طه: ٧] ، {يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ} [غافر: ١٩] ، {يَعْلَمُ مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ} [النور: ٦٤] فَاحْذَرُوهُ، فَمَنْ رَاعَى هَذِهِ بِقَلْبِهِ وَبِعِلْمِهِ خَشِيَ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَخَافَهُ وَعَبْدَهُ كَمَا أَمَرَهُ، فَإِنْ كُنْتَ عَنْ هَذِهِ الْمُرَاعَاةِ فِي غَفْلَةٍ فَإِنَّهُ يَرَاكَ، ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكَ فَيُنَبِّئُكَ بِمَا كُنْتَ تَعْمَلُهُ، فَاحْذَرِ الْغَفْلَةَ فِي عِبَادَتِكَ إِيَّاهُ، وَاعْبُدْهُ كَمَا أَمَرَكَ لَا كَمَا تُرِيدُ، وَاسْتَعِنْ بِهِ، وَاعْتَصِمْ بِهِ، فَإِنَّهُ لَا يَقْطَعُ مَنْ لَجَأَ إِلَيْهِ وَقَدْ ضَمِنَ لِمَنِ اعْتَصَمَ بِهِ أَنْ يَهْدِيَهُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ.

1. Diriwayatkan juga oleh Muslim dan selainnya.

1. وَأَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ وَغَيْرُهُ

قال حدثنا الآجري قال أخبرنا الفريابي قال: أخبرنا إسحاق بن راهويه قال: أخبرنا النضر بن شميل قال: حدثنا كهمس بن الحسن قال: حدثنا عبد الله بن بريدة عن يحيى بن يعمر قال: "كان أول من قال في هذا القدر بالبصرة معبد الجهني، فانطلقت أنا وحميد بن عبد الرحمن حاجين أو معتمرين قال: فقلنا: لو لقينا أحدا من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم فسألناه عما يقول هؤلاء في القدر، فوافقنا عبد الله بن عمر داخل المسجد فاكتنفته أنا وصاحبي، أحدنا عن يمينه والآخر عن يساره فظننت أن صاحبي سيكل الكلام إلي، فقلت له: يا أبا عبد الرحمن إنه قد ظهر قبلنا أناس يقرءون القرآن، ويتقفرون العلم، ويزعمون أن لا قدر، وأن الأمر أنف قال: فإذا لقيتموهم فأخبروهم أني منهم برئ وأنهم مني برآء، والذي يحلف به عبد الله بن عمر، لو كان لأحدهم ملء الأرض ذهبا فأنفقه في سبيل الله ما قبل الله عز وجل منه ذلك حتى يؤمن بالقدر. ثم قال: حدثني عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال: بينما نحن عند رسول الله صلى الله عليه وسلم إذ طلع علينا رجل شديد بياض الثياب شديد سواد الشعر لا يرى عليه أثر السفر، ولا يعرفه أحد منا حتى جلس إلى نبي الله صلى الله عليه وسلم فأسند ركبتيه إلى ركبتيه ووضع كفيه على فخذيه ثم قال: يا محمد أخبرني عن الإسلام، وما الإسلام؟ قال: أن تشهد أن لا إله إلا الله، وأن محمدا رسول الله، وتقيم الصلاة، وتؤتي الزكاة، وتصوم شهر رمضان، وتحج البيت إن استطعت إليه سبيلا. قال: صدقت، قال فعجبنا أنه يسأله ويصدقه , قال: فأخبرني عن الإيمان قال: أن تؤمن بالله، وملائكته، وكتبه، ورسله، واليوم الآخر، والقدر خيره وشره. قال: صدقت، قال: فعجبنا أنه يسأله ويصدقه، قال: فأخبرني عن الإحسان قال: أن تعبد الله كأنك تراه، فإن لم تكن تراه فإنه يراك. قال: صدقت، قال: فأخبرني عن الساعة قال: ما المسئول عنها بأعلم من السائل. قال عمر رضي الله عنه: فلبثت ثلاثا، ثم قال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم: يا عمر هل تدري من السائل؟ فقلت: الله ورسوله أعلم قال: فإنه جبريل عليه السلام، أتاكم يعلمكم أمر دينكم1. قال محمد بن الحسين: اعلم رحمنا الله وإياك أن النبي صلى الله عليه وسلم قد أعلمك في هذا الحديث أن جبريل عليه السلام إنما سأل النبي صلى الله عليه وسلم بحضرة أصحابه إنما أراد أن يعلمهم أمر دينهم، فينبغي للمسلمين أن يعلموه، وأما قوله وسؤاله عن الإسلام فقد بينا لك في الحديث الذي قبله، وأما الإيمان فواجب على كل مسلم أن يؤمن بالله عز وجل، وبجميع ملائكته، وبجميع كتبه التي أنزلها الله على رسله، وبجميع أنبيائه، وبالموت، وبالبعث، من بعد الموت، وبالجنة والنار، وبما جاءت به الآثار في أحاديث أخر، مثل أن يؤمن بالصراط، والميزان، وبالحوض، والشفاعة، وبعذاب القبر، وبقوم يخرجون من النار فيدخلون الجنة، وبالساعة، وأشباه لهذا مما يؤمن به أهل الحق من أهل العلم، ويجحد بها أهل الأهواء والبدع والضلالة ممن حذرناهم النبي صلى الله عليه وسلم، وحذرناهم الصحابة، والتابعون لهم بإحسان، وعلماء المسلمين، ويؤمن بالقدر خيره وشره، ويبرأ ممن لم يؤمن بالقدر خيره وشره كما تبرأ ابن عمر منه. وقوله: «وأخبرني عن الإحسان» قال: «أن تعبد الله كأنك تراه، فإن لم تكن تراه فإنه يراك» فاعلم أنه من عبد الله عز وجل فيعلم أن الله عز وجل مطلع على عمله، يعلم سره وعلانيته، ويعلم ما تخفي من عملك وما تبديه، وما تريد بعلمك ألله تريد أم غيره؟، {يعلم السر وأخفى} [طه: ٧] ، {يعلم خائنة الأعين وما تخفي الصدور} [غافر: ١٩] ، {يعلم ما أنتم عليه} [النور: ٦٤] فاحذروه، فمن راعى هذه بقلبه وبعلمه خشي من الله عز وجل وخافه وعبده كما أمره، فإن كنت عن هذه المراعاة في غفلة فإنه يراك، ثم إليه مرجعك فينبئك بما كنت تعمله، فاحذر الغفلة في عبادتك إياه، واعبده كما أمرك لا كما تريد، واستعن به، واعتصم به، فإنه لا يقطع من لجأ إليه وقد ضمن لمن اعتصم به أن يهديه إلى صراط مستقيم.
<< Prev
Daftar Isi | Beranda | |
Next >>