Arba'in al-Ajurri : Hadits Kedua belas
Telah menceritakan kepada kami Abū Bakr al-Ājurrī, ia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Abū al-‘Abbās Aḥmad bin ‘Īsā bin Sukain al-Baldī, ia berkata: Telah mengabarkan kepada kami ‘Alī bin Ḥarb al-Maushilī, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami ‘Abdussalām bin Shāliḥ al-Khurāsānī, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami ar-Ridhā ‘Alī bin Mūsā, dari ayahnya Mūsā bin Ja‘far, dari ayahnya Ja‘far bin Muḥammad, dari ayahnya Muḥammad bin ‘Alī, dari ‘Alī bin al-Ḥusain, dari ayahnya, dari ‘Alī bin Abī Ṭālib radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Iman adalah ucapan dengan lisan, pengamalan dengan anggota badan, dan keyakinan dengan hati."1
Muḥammad bin al-Ḥusain berkata: Hadits ini merupakan landasan yang sangat besar mengenai iman menurut para ahli fikih kaum muslimin, baik terdahulu maupun belakangan, dan hadits ini sesuai dengan Kitab Allah ‘Azza wa Jalla. Tidak ada yang menyelisihi perkara ini melainkan seorang Murji'ah yang keji, ditinggalkan, dan dicela agamanya. Aku akan menjelaskan maknanya agar diketahui oleh setiap orang yang mencermatinya sebagai bentuk nasihat bagi kaum mukminin.
Ketahuilah—semoga Allah merahmati kami dan kalian—bahwa apa yang dipegang teguh oleh para ulama kaum muslimin adalah bahwa iman merupakan kewajiban atas seluruh makhluk. Iman itu adalah pembenaran dengan hati, pengakuan dengan lisan, dan pengamalan dengan anggota badan. Kemudian ketahuilah—semoga Allah merahmati kami dan kalian—bahwa tidaklah cukup pengenalan dengan hati—yaitu pembenaran—kecuali jika disertai dengan iman melalui lisan dan hingga ada ucapan darinya. Tidak cukup pula pengenalan dengan hati dan ucapan dengan lisan hingga disertai dengan pengamalan oleh anggota badan. Apabila ketiga perkara ini telah sempurna pada diri seseorang, maka ia adalah seorang mukmin yang sejati. Hal tersebut ditunjukkan oleh Al-Kitab, As-Sunnah, dan perkataan para ulama kaum muslimin. Adapun kewajiban iman yang dibebankan kepada hati, maka firman Allah Ta‘ala ‘Azza wa Jalla dalam Surah Al-Mā'idah: {"Wahai Rasul, janganlah engkau disedihkan oleh orang-orang yang bersegera dalam (memperlihatkan) kekafiran, yaitu di antara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka, 'Kami telah beriman,' padahal hati mereka belum beriman..."} hingga firman-Nya ‘Azza wa Jalla: {"Mereka mendapat kehinaan di dunia dan di akhirat mereka mendapat azab yang besar"} [Al-Mā'idah: 41]. Dan Dia ‘Azza wa Jalla berfirman: {"Barang siapa yang kafir kepada Allah sesudah ia beriman (ia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (ia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar"} [An-Naḥl: 106].
Dan Dia ‘Azza wa Jalla berfirman dalam Surah Al-Ḥujurāt: {"Orang-orang Arab Badui itu berkata, 'Kami telah beriman.' Katakanlah, 'Kalian belum beriman, tetapi katakanlah oleh kalian: Kami telah tunduk (berislam), karena iman itu belum masuk ke dalam hati kalian'"} [Al-Ḥujurāt: 14]. Hal ini menunjukkan kepadamu bahwa pada hati terdapat kewajiban iman, yaitu pembenaran dan pengenalan; dan ucapan tidaklah bermanfaat apabila hati tidak membenarkan apa yang diucapkan oleh lisan disertai dengan pengamalan. Adapun kewajiban iman dengan lisan, maka firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam Surah Al-Baqarah: {"Katakanlah (hai orang-orang mukmin), 'Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrāhīm, Ismā‘īl, Isḥāq, Ya‘qūb dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Mūsā dan ‘Īsā serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya berserah diri kepada-Nya.' Maka jika mereka beriman kepada apa yang kalian telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan"} hingga akhir ayat, dan Dia ‘Azza wa Jalla berfirman dalam Surah Āli ‘Imrān: {"Katakanlah, 'Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrāhīm, Ismā‘īl, Isḥāq, Ya‘qūb dan anak cucunya...'"} hingga akhir ayat. Dan Nabi ﷺ bersabda: "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan laa ilaaha illallaah dan bahwa aku adalah utusan Allah..." dan beliau menyebutkan hadits tersebut. Maka ini adalah iman dengan lisan sebagai ucapan yang wajib. Adapun iman terhadap apa yang Allah wajibkan atas anggota badan sebagai pembenaran atas apa yang diimani oleh hati dan diucapkan oleh lisan, maka firman Allah ‘Azza wa Jalla: {"Wahai orang-orang yang beriman, rukuklah kalian, sujudlah kalian, sembahlah Tuhan kalian dan perbuatlah kebaikan, agar kalian beruntung"} [Al-Ḥajj: 77].
Dan Dia ‘Azza wa Jalla berfirman: {"Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat"} [Al-Baqarah: 43] di banyak tempat dalam Al-Qur'an. Serupa dengannya adalah kewajiban puasa atas seluruh badan, kewajiban haji, dan kewajiban jihad atas badan dengan seluruh anggota tubuh. Maka amalan-amalan dengan anggota badan merupakan pembenar atas iman dengan hati dan lisan. Barang siapa tidak membenarkan iman dengan amalannya melalui anggota badannya—seperti bersuci, shalat, zakat, puasa, haji, jihad, dan hal-hal yang serupa dengan ini—serta barang siapa yang merasa cukup bagi dirinya hanya dengan pengenalan (hati) dan ucapan tanpa pengamalan, maka ia bukanlah seorang mukmin, dan pengenalan serta ucapan itu tidak bermanfaat baginya, bahkan ketiadaan amalan itu merupakan pendustaan terhadap imannya; sedangkan pengamalan terhadap apa yang telah kami sebutkan merupakan pembenar bagi imannya. Maka ketahuilah hal tersebut.
Inilah mazhab para ulama kaum muslimin, baik terdahulu maupun belakangan. Barang siapa mengatakan selain ini, maka ia adalah seorang Murji'ah yang keji, waspadailah dia demi agamamu. Dan dalil atas hal ini adalah firman Allah ‘Azza wa Jalla: {"Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus"} [Al-Bayyinah: 5].
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الْآجُرِّيُّ قَالَ: أَخْبَرَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ أَحْمَدُ بْنُ عِيسَى بْنُ سُكَيْنٍ الْبَلْدِيُّ قَالَ: أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ حَرْبٍ الْمَوْصِلِي قَالَ: حَدَّثَنِي عَبْدُ السَّلَامِ بْنُ صَالِحٍ الْخُرَاسَانِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا الرِّضَا عَلِيُّ بْنُ مُوسَى عَنْ أَبِيه مُوسَى بْنِ جَعْفَرٍ عَنْ أَبِيهِ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الْإِيمَانُ قَوْلٌ بِاللِّسَانِ، وَعَمَلٌ بِالْأَرْكَانِ، وَيَقِينٌ بِالْقَلْبِ.1
قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ: هَذَا الْحَدِيثُ أَصْلٌ كَبِيرٌ فِي الْإِيمَانِ عِنْدَ فُقَهَاءِ الْمُسْلِمِينَ قَدِيمًا وَحَدِيثًا، وَهُوَ مُوَافِقٌ لِكِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، لَا يُخَالِفُ هَذَا الْأَمْرَ إِلَّا مُرْجِئٌ خَبِيثٌ مَهْجُورٌ مَطْعُونٌ عَلَيْهِ فِي دِينِهِ، وَأَنَا أُبَيِّنُ مَعْنَى هَذَا لِيَعْلَمَهُ جَمِيعُ مَنْ نَظَرَ فِيهِ نَصِيحَةً لِلْمُؤْمِنِينَ.
اعْلَمُوا -رَحِمَنَا اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ- أَنَّ الَّذِيَ عَلَيْهِ عُلَمَاءُ الْمُسْلِمِينَ أَنَّ الْإِيمَانَ وَاجِبٌ عَلَى جَمِيعِ الْخَلْقِ، وَهُوَ التَّصْدِيقُ بِالْقَلْبِ، وَإِقْرَارٌ بِاللِّسَانِ، وَعَمَلٌ بِالْجَوَارِحِ، ثُمَّ اعْلَمُوا رَحِمَنَا اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ أَنَّهُ لَا تُجْزِئُ الْمَعْرِفَةُ بِالْقَلْبِ وَهُوَ التَّصْدِيقُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَعَهُ إِيمَانٌ بِاللِّسَانِ، وَحَتَّى يَكُونَ مَعَهُ نُطْقٌ، وَلَا تُجْزِئُ مَعْرِفَةٌ بِالْقَلْبِ وَالنُّطْقِ بِاللِّسَانِ حَتَّى يَكُونَ مَعَهُ عَمَلٌ بِالْجَوَارِحِ، فَإِذَا كَمُلَتْ فِيهِ هَذِهِ الْخِصَالُ الثَّلَاثَةُ كَانَ مُؤْمِنًا وَحَقًّا، دَلَّ عَلَى ذَلِكَ الْكِتَابُ، وَالسُّنَّةُ، وَقَوْلُ عُلَمَاءِ الْمُسْلِمِينَ، وَأَمَّا مَا لَزِمَ الْقَلْبَ مِنْ فَرْضِ الْإِيمَانِ فَقَوْلُ اللَّهِ تَعَالَى عَزَّ وَجَلَّ فِي سُورَةِ الْمَائِدَةِ: يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ لَا يَحْزُنْكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ مِنَ الَّذِينَ قَالُوا آمَنَّا بِأَفْوَاهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِنْ قُلُوبُهُمْ .... إِلَى قَوْلِهِ عَزَّ وَجَلَّ: لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ. [المائدة: ٤١] وَقَالَ عَزَّ وَجَلَّ: مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ، وَلَكِنْ مَنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِنَ اللَّهِ وَلَهُمْ عَذابٌ عَظِيمٌ. الْآيَةَ [النحل: ١٠٦]
وَقَالَ عَزَّ وَجَلَّ فِي سُورَةِ الْحُجُرَاتِ: قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا، قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا، وَلَكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا، وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ. [الحجرات: ١٤] فَهَذَا يَدُلُّكَ عَلَى أَنَّ عَلَى الْقَلْبِ فَرْضَ الْإِيمَانِ وَهُوَ التَّصْدِيقُ وَالْمَعْرِفَةُ، وَلَا يَنْفَعُ الْقَوْلُ إِذَا لَمْ يَكُنِ الْقَلْبُ مُصَدِّقًا بِمَا يَنْطِقُ بِهِ اللِّسَانُ مَعَ الْعَمَلِ، وَأَمَّا فَرْضُ الْإِيمَانِ بِاللِّسَانِ فَقَوْلُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فِي سُورَةِ الْبَقَرَةِ: قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ، وَيَعْقُوبَ، وَالْأَسْبَاطِ، وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى، وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ، مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ، وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا، وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ. الْآيَةَ، وَقَالَ عَزَّ وَجَلَّ فِي سُورَةِ آلِ عِمْرَانَ: قُلْ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ. الْآيَةَ، وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ . . . وَذَكَرَ الْحَدِيثَ، فَهَذَا الْإِيمَانُ بِاللِّسَانِ نُطْقًا وَاجِبًا، وَأَمَّا الْإِيمَانُ بِمَا فَرَضَ اللَّهُ عَلَى الْجَوَارِحِ تَصْدِيقًا لِمَا آمَنَ بِهِ الْقَلْبُ وَنَطَقَ بِهِ اللِّسَانُ، فَقَوْلُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ: [الحج: ٧٧]
وَقَالَ عَزَّ وَجَلَّ: وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ: [البقرة: ٤٣] فِي غَيْرِ مَوْضِعٍ مِنَ الْقُرْآنِ، وَمِثْلُهُ فَرْضُ الصِّيَامِ عَلَى جَمِيعِ الْبَدَنِ، وَمِثْلُهُ فَرْضُ الْحَجِّ، وَفَرْضُ الْجِهَادِ عَلَى الْبَدَنِ بِجَمِيعِ الْجَوَارِحِ، فَالْأَعْمَالُ بِالْجَوَارِحِ تَصْدِيقٌ عَلَى الْإِيمَانِ بِالْقَلْبِ وَاللِّسَانِ فَمَنْ لَمْ يُصَدِّقِ الْإِيمَانَ بِعَمَلِهِ بِجَوَارِحِهِ مِثْلِ الطَّهَارَةِ وَالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ وَالصِّيَامِ وَالْحَجِّ وَالْجِهَادِ وَأَشْبَاهٍ لِهَذِهِ، وَمَنْ رَضِيَ لِنَفْسِهِ بِالْمَعْرِفَةِ وَالْقَوْلِ دُونَ الْعَمَلِ لَمْ يَكُنْ مُؤْمِنًا، وَلَمْ تَنْفَعْهُ الْمَعْرِفَةُ وَالْقَوْلُ، وَكَانَ لِلْعَمَلِ تَكْذِيبًا مِنْهُ لِإِيمَانِهِ، وَكَانَ الْعِلْمُ بِمَا ذَكَرْنَا تَصْدِيقًا مِنْهُ لِإِيمَانِهِ، فَاعْلَمْ ذَلِكَ.
هَذَا مَذْهَبُ عُلَمَاءِ الْمُسْلِمِينَ قَدِيمًا وَحَدِيثًا، فَمَنْ قَالَ غَيْرَ هَذَا فَهُوَ مُرْجِئٌ خَبِيثٌ، احْذَرْهُ عَلَى دِينِكَ، وَالدَّلِيلُ عَلَى هَذَا قَوْلُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ: وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دَيْنُ الْقَيِّمَةِ. [البينة: ٥].
1. Pentahqiq setelah menyebutkan ulama-ulama yang meriwayatkan hadits yang senada, dengan berbagai jalur sanad, maka pentahqiq berkata: Jalur-jalur periwayatan hadits ini dhaif dengan kedhaifan yang sangat parah, sehingga tidak memungkinkan sebagiannya saling menguatkan yang lain. Wallāhu a‘lam.-sekian-; namun sebagaimana dikatakan penulis bahwa 'Iman itu adalah pembenaran dengan hati, pengakuan dengan lisan, dan pengamalan dengan anggota badan' adalah aqidah yang disepakati para ulama ahlus sunnah.
بَعْدَ أَنْ ذَكَرَ الْمُحَقِّقُ الْعُلَمَاءَ الَّذِينَ رَوَوْا الْحَدِيثَ بِمَعْنَاهُ مِنْ طُرُقِ الْأَسَانِيدِ الْمُخْتَلِفَةِ، قَالَ الْمُحَقِّقُ: وَطُرُقُ الْحَدِيثِ ضَعِيفَةٌ ضَعْفًا شَدِيدًا لَا يُتِيحُ لَهَا أَنْ يُقَوِّيَ بَعْضُهَا بَعْضًا، وَاللَّهُ أَعْلَمُ. -انْتَهَى-؛ غَيْرَ أَنَّ مَا ذَكَرَهُ الْمُؤَلِّفُ مِنْ أَنَّ «الْإِيمَانَ تَصْدِيقٌ بِالْقَلْبِ، وَإِقْرَارٌ بِاللِّسَانِ، وَعَمَلٌ بِالْجَوَارِحِ وَالْأَرْكَانِ» هُوَ عَقِيدَةٌ مُجْمَعٌ عَلَيْهَا بَيْنَ عُلَمَاءِ أَهْلِ السُّنَّةِ.
حدثنا أبو بكر الآجري قال: أخبرنا أبو العباس أحمد بن عيسى بن سكين البلدي قال: أخبرنا علي بن حرب الموصلي قال: حدثني عبد السلام بن صالح الخراساني قال: حدثنا الرضا علي بن موسى عن أبيه موسى بن جعفر عن أبيه جعفر بن محمد، عن أبيه محمد بن علي، عن علي بن الحسين، عن أبيه، عن علي بن أبي طالب، رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: الإيمان قول باللسان، وعمل بالأركان، ويقين بالقلب.1
قال محمد بن الحسين: هذا الحديث أصل كبير في الإيمان عند فقهاء المسلمين قديما وحديثا، وهو موافق لكتاب الله عز وجل، لا يخالف هذا الأمر إلا مرجئ خبيث مهجور مطعون عليه في دينه، وأنا أبين معنى هذا ليعلمه جميع من نظر فيه نصيحة للمؤمنين.
اعلموا -رحمنا الله وإياكم- أن الذي عليه علماء المسلمين أن الإيمان واجب على جميع الخلق، وهو التصديق بالقلب، وإقرار باللسان، وعمل بالجوارح، ثم اعلموا رحمنا الله وإياكم أنه لا تجزئ المعرفة بالقلب وهو التصديق إلا أن يكون معه إيمان باللسان، وحتى يكون معه نطق، ولا تجزئ معرفة بالقلب والنطق باللسان حتى يكون معه عمل بالجوارح، فإذا كملت فيه هذه الخصال الثلاثة كان مؤمنا وحقا، دل على ذلك الكتاب، والسنة، وقول علماء المسلمين، وأما ما لزم القلب من فرض الإيمان فقول الله تعالى عز وجل في سورة المائدة: يا أيها الرسول لا يحزنك الذين يسارعون في الكفر من الذين قالوا آمنا بأفواههم ولم تؤمن قلوبهم .... إلى قوله عز وجل: لهم في الدنيا خزي ولهم في الآخرة عذاب عظيم. [المائدة: ٤١] وقال عز وجل: من كفر بالله من بعد إيمانه إلا من أكره وقلبه مطمئن بالإيمان، ولكن من شرح بالكفر صدرا فعليهم غضب من الله ولهم عذاب عظيم. الآية [النحل: ١٠٦]
وقال عز وجل في سورة الحجرات: قالت الأعراب آمنا، قل لم تؤمنوا، ولكن قولوا أسلمنا، ولما يدخل الإيمان في قلوبكم. [الحجرات: ١٤] فهذا يدلك على أن على القلب فرض الإيمان وهو التصديق والمعرفة، ولا ينفع القول إذا لم يكن القلب مصدقا بما ينطق به اللسان مع العمل، وأما فرض الإيمان باللسان فقول الله عز وجل في سورة البقرة: قولوا آمنا بالله وما أنزل إلينا وما أنزل إلى إبراهيم وإسماعيل وإسحاق، ويعقوب، والأسباط، وما أوتي موسى وعيسى، وما أوتي النبيون، من ربهم لا نفرق بين أحد منهم، ونحن له مسلمون فإن آمنوا بمثل ما آمنتم به فقد اهتدوا، وإن تولوا فإنما هم في شقاق. الآية، وقال عز وجل في سورة آل عمران: قل آمنا بالله وما أنزل علينا وما أنزل على إبراهيم وإسماعيل وإسحاق ويعقوب والأسباط. الآية، وقال النبي صلى الله عليه وسلم: أمرت أن أقاتل الناس حتى يقولوا لا إله إلا الله وأني رسول الله . . . وذكر الحديث، فهذا الإيمان باللسان نطقا واجبا، وأما الإيمان بما فرض الله على الجوارح تصديقا لما آمن به القلب ونطق به اللسان، فقول الله عز وجل: يا أيها الذين آمنوا اركعوا واسجدوا واعبدوا ربكم وافعلوا الخير لعلكم تفلحون: [الحج: ٧٧]
وقال عز وجل: وأقيموا الصلاة وآتوا الزكاة: [البقرة: ٤٣] في غير موضع من القرآن، ومثله فرض الصيام على جميع البدن، ومثله فرض الحج، وفرض الجهاد على البدن بجميع الجوارح، فالأعمال بالجوارح تصديق على الإيمان بالقلب واللسان فمن لم يصدق الإيمان بعمله بجوارحه مثل الطهارة والصلاة والزكاة والصيام والحج والجهاد وأشباه لهذه، ومن رضي لنفسه بالمعرفة والقول دون العمل لم يكن مؤمنا، ولم تنفعه المعرفة والقول، وكان للعمل تكذيبا منه لإيمانه، وكان العلم بما ذكرنا تصديقا منه لإيمانه، فاعلم ذلك.
هذا مذهب علماء المسلمين قديما وحديثا، فمن قال غير هذا فهو مرجئ خبيث، احذره على دينك، والدليل على هذا قول الله عز وجل: وما أمروا إلا ليعبدوا الله مخلصين له الدين حنفاء ويقيموا الصلاة ويؤتوا الزكاة وذلك دين القيمة. [البينة: ٥].