Jami'ul 'Ulum wal Hikam
Jami'ul 'Ulum wal Hikam
جامع العلوم والحكم
Jāmi‘ al-‘Ulūm wa al-Ḥikam
Jāmi‘ al-‘Ulūm wa al-Ḥikam adalah sebuah kitab hadits. Nama lengkapnya adalah Jāmi‘ al-‘Ulūm wa al-Ḥikam fī Syarḥ Khamsīna Ḥadītsan min Jawāmi‘ al-Kalim, yang disusun oleh al-Ḥāfiẓh Ibn Rajab al-Ḥanbalī (736 H–795 H). Kitab ini dianggap sebagai syarah (penjelasan) atas al-Arba‘īn an-Nawawiyyah dan merupakan syarah terbaik dalam hal kelengkapan pembahasan hadits, baik dari sisi sanad maupun matan. Yaḥyā bin Syaraf an-Nawawī telah mengumpulkan empat puluh dua hadits, menyusun, menjelaskan, dan menamakannya al-Arba‘īn an-Nawawiyyah. Kemudian Ibn Rajab menambahkan delapan hadits di atas empat puluh dua hadits tersebut dan menamai kitabnya Jāmi‘ al-‘Ulūm wa al-Ḥikam fī Syarḥ Khamsīna Ḥadītsan min Jawāmi‘ al-Kalim. Kitab ini hadir secara komprehensif; karena Ibn Rajab mengumpulkan di dalamnya berbagai disiplin ilmu yang mudah dipahami oleh orang awam dan sangat dibutuhkan oleh penuntut ilmu. Di antaranya adalah pembahasan tentang derajat hadits—baik shahih maupun dhaif—serta takhrij hadits dari kitab-kitab induk, terlebih lagi penulisnya adalah seorang ḥāfiẓh di antara para ḥāfiẓh hadits. Beliau juga membahas masalah akidah dan hukum dengan sangat indah serta bermanfaat. Secara keseluruhan, kitab ini memang menghimpun berbagai ilmu dan hikmah.
Muqaddimah Kitab
Setelah membukanya dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Nabi ﷺ, penulis menyebutkan keistimewaan Nabi ﷺ berupa jawāmi‘ al-kalim ("Aku diberi jawāmi‘ al-kalim dan perkataan dipersingkat untukku sesingkat-singkatnya"). Beliau menjelaskan bahwa jawāmi‘ al-kalim ada yang bersumber dari al-Qur'an seperti ayat: "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran" [QS. An-Naḥl: 90]. Ada pula yang berupa sabda Nabi ﷺ. Sejumlah ulama telah mengumpulkannya, seperti Abū Bakr ibn as-Sunnī dalam kitab al-Ījāz wa Jawāmi‘ al-Kalim min as-Sunan al-Ma’tsūrah, al-Qāḍhī Abū ‘Abdillāh al-Quḍhā‘ī dalam asy-Syihāb fī al-Ḥikam wa al-Ādāb, Ibn ash-Shalāḥ dalam al-Aḥādīts al-Kulliyyah, serta as-Sa‘dī yang menyusun kitab Bahjah Qulūb al-Abrār wa Qurrah ‘Uyūn al-Akhyār fī Syarḥ Jawāmi‘ al-Akhbār. Ibn Rajab pun menyebutkan pilihannya atas salah satu kitab jawāmi‘ al-kalim Nabawi untuk dijelaskan, dan pilihan beliau jatuh pada kitab al-Arba‘īn an-Nawawiyyah sebagai salah satu kitab yang mengumpulkan jenis hadits-hadits ringkas namun kaya akan makna:
Kemudian, sesungguhnya al-Faqīh al-Imām az-Zāhid al-Qudwah Abū Zakariyyā Yaḥyā an-Nawawī—rahmatullah 'alaihi—mengambil hadits-hadits yang didiktekan oleh Ibn ash-Shalāḥ ini, lalu menambahkan atasnya hingga genap empat puluh dua hadits, dan menamai kitabnya al-Arba‘īn. Kitab al-Arba‘īn yang dikumpulkannya ini menjadi sangat masyhur, banyak dihafal, dan Allah memberikan manfaat darinya berkat keberkahan niat penyusunnya serta kebaikan tujuannya. Sungguh telah berulang kali permintaan dari sekelompok penuntut ilmu dan agama untuk membuat catatan penjelasan (syarah) atas hadits-hadits yang diisyaratkan tersebut, maka aku memohon petunjuk (istikharah) kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā dalam menyusun sebuah kitab yang mencakup penjelasan atas makna-maknanya yang dimudahkan oleh Allah Ta‘ālā, serta mencatat apa yang dibukakan oleh-Nya dalam menerangkan kaidah-kaidah dan landasan-landasannya. Hanya kepada-Nya aku memohon pertolongan atas apa yang aku maksudkan, serta taufik bagi kebaikan niat dan tujuan dalam apa yang aku kehendaki. Kepada-Nya aku bersandar dalam seluruh urusanku, dan aku berlepas diri dari daya serta upaya melainkan hanya kepada-Nya.
Lima Puluh Hadits yang Terdapat dalam Kitab
Lima puluh hadits dalam kitab ini mencakup 42 hadits dari kitab al-Arba‘īn an-Nawawiyyah dan delapan hadits yang ditambahkan oleh Ibn Rajab, yaitu sebagaimana yang beliau sebutkan dalam muqaddimah kitab:
Sungguh, sebagian ulama yang menjelaskan kitab al-Arba‘īn ini pernah mengkritik penyusunnya atas ditinggalkannya hadits: "Bagikanlah harta warisan kepada yang berhak, dan sisanya untuk laki-laki yang paling dekat kekerabatannya." Beliau mengatakan: Karena hadits ini menghimpun kaidah-kaidah ilmu waris (farā'iḍ) yang merupakan separuh dari ilmu, maka semestinya disebutkan dalam hadits-hadits yang menghimpun ini, sebagaimana beliau menyebutkan hadits: "Bukti dibebankan kepada penggugat, dan sumpah dibebankan kepada yang mengingkari," karena hadits tersebut menghimpun hukum-hukum peradilan. Maka aku berpendapat untuk menggabungkan hadits ini ke dalam hadits-hadits al-Arba‘īn yang dikumpulkan oleh Asy-Syaikh, serta menambahkan pada seluruhnya hadits-hadits lain dari jawāmi‘ al-kalim yang menghimpun berbagai jenis ilmu dan hikmah, hingga genap bilangan seluruh hadits tersebut menjadi lima puluh hadits. Berikut adalah penamaan hadits-hadits tambahan di atas apa yang disebutkan oleh Asy-Syaikh dalam kitabnya: hadits "Bagikanlah harta warisan kepada yang berhak...", hadits "Haram karena penyusuan apa yang haram karena nasab", hadits "Sesungguhnya Allah apabila mengharamkan sesuatu, Dia mengharamkan pula harganya", hadits "Setiap yang memabukkan adalah haram", hadits "Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya", hadits "Empat perkara yang apabila ada pada seseorang, maka ia adalah seorang munafik", hadits "Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sungguh-sungguh tawakal, niscaya Dia akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung", hadits "Lisanmu hendaknya senantiasa basah dari dzikir kepada Allah 'Azza wa Jalla." Dan aku menamainya: Jāmi‘ al-‘Ulūm wa al-Ḥikam fī Syarḥ Khamsīna Ḥadītsan min Jawāmi‘ al-Kalim.
Metode Kitab
Ibn Rajab menyebutkan bahwa tujuan beliau adalah menjelaskan lafaz-lafaz Nabawi yang terkandung dalam hadits-hadits yang bersifat menyeluruh ini:
"Oleh karena itu, aku tidak terikat dengan perkataan Asy-Syaikh dalam biografi para perawi hadits-hadits ini dari kalangan sahabat radhiyallahu 'anhum, tidak pula dengan lafaz-lafaz beliau dalam merujuk kitab-kitab yang diacunya, melainkan aku menyampaikan makna yang menunjukkan hal tersebut; karena aku telah memberitahukanmu bahwa aku tidak memiliki tujuan selain menjelaskan makna kata-kata Nabi ﷺ yang singkat dan sarat makna (al-jawāmi‘), serta apa yang terkandung di dalamnya berupa adab, hikmah, pengetahuan, hukum, dan syariat. Aku juga memberikan isyarat ringkas sebelum membahas penjelasan hadits menuju sanadnya, agar diketahui dengan demikian keshahihan, kekuatan, serta kedhaifannya. Dan aku menyebutkan sebagian dari apa yang diriwayatkan mengenai maknanya dari hadits-hadits lain jika dalam bab tersebut ada hadits selain yang disebutkan oleh Asy-Syaikh. Jika tidak ada hadits lain dalam bab itu, atau tidak ada yang shahih selainnya, aku memberikan peringatan atas semua hal itu."
Ibn Rajab mengawali dengan menyebutkan sanad dan menilai sanad tersebut, kemudian menyampaikan tema hadits serta sebab wurudnya (latar belakang turunnya), lalu membaginya dan menerangkan setiap bagian darinya, menjelaskan kosa katanya, menyebutkan riwayatnya, perbedaan-perbedaan lafaz, serta nash-nash yang selaras dengan makna hadits tersebut, lalu menyebutkan pendapatnya di akhir penjelasan. Penjelasan-penjelasan beliau bervariasi panjangnya sesuai dengan topik pembahasan.
جامع العلوم والحكم
جامع العلوم والحكم هو: كتابٌ من كتب الحديث، واسمه الكامل جامع العلوم والحكم في شرح خمسين حديثا من جوامع الكلم، ألفه الحافظ ابن رجب الحنبلي (736 هـ - 795 هـ)، يعد الكتابُ شرحاً للأربعينَ النوويةِ وهو أفضلُ الشروح من حيثُ استيعابُ الكلامِ على الحديث سندا ومتنا، فقد جمع يحيى بن شرف النووي اثنين وأربعين حديثاً ونظّمها وشرحها وسماها الأربعين النووية، ثم جاء ابن رجب فزاد على هذه الأربعينَ ثمانيةً وسماها «جامعُ العلوم والحكمِ في شرحِ خمسينَ حديثاً من جوامعِ الكلم»، وقد جاء الكتابُ جامعاً؛ إذ جمع فيه ابنُ رجب علوماً كثيرةً، يَسهل على العامي فهمها ولا غنى للمتعلم عنها، منها الكلامُ على الحديث صحة وضعفا وتخريجاً له من بطون أمَّاتِ الكتب - سيّما - وأن مؤلفه حافظٌ من حفّاظ الحديث. وتناول -أيضاً- الكلامَ على العقائد والأحكام فأبدع وأفاد. وفي الجملة فالكتابُ جامعٌ للعلوم والحكم.
مقدمةُ الكتاب
بعد أن افتتحها بالحمد والصلاة على النبي، ذكر اختصاصَ النبي بجوامع الكلم (أوتيت جوامع الكلم واختصر لي الحديث اختصارًا) وأن جوامع الكلم منها ما ورد في القرآن كالآية ﴿إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ٩٠﴾ [النحل:90] ومنها كلام النبي، وقد جمعها عدد من العلماء مثل أبو بكر ابن السني في كتاب «الإيجاز وجوامع الكلم من السنن المأثورة» وجمع القاضي أبو عبد الله القُضاعي «الشهاب في الحكم والآداب»، وابن الصلاح في «الأحاديث الكلية» والسعدي ألف كتاب بهجة قلوب الأبرار وقرة عيون الأخيار في شرح جوامع الأخبار، وذكر ابن رجب اختياره لكتاب من كتب جوامع الكلم النبوي ليشرحه ووقع اختياره على كتاب الأربعون النووية من الكتب التي جمعت هذا النوع من الأحاديث المختصرة والغنية بالمعاني: ثم إن الفقيه الإمام الزاهد القدوة أبا زكريا يحيى النووي رحمة الله عليه أخذ هذه الأحاديث التي أملاها ابن الصلاح، وزاد عليها تمام اثنين وأربعين حديثا، وسمى كتابه " بالأربعين "، واشتُهرت هذه الأربعون التي جمعها، وكثر حفظُها، ونفع الله بها ببركة نية جامعها، وحسنِ قصده . وقد تكرر سؤالُ جماعة من طلبة العلم والدين لتعليق شرح لهذه الأحاديث المشار إليها، فاستخرت الله سبحانه وتعالى في جمع كتاب يتضمن شرحَ ما ييسره الله تعالى من معانيها، وتقييد ما يفتح به سبحانه من تبيين قواعدها ومبانيها، وإياه أسأل العونَ على ما قصدت، والتوفيقَ لصلاح النية والقصد فيما أردت، وأعول في أمري كلِّهِ عليه، وأبرأ من الحول والقوة إلا إليه.
الأحاديث الخمسون الواردة في الكتاب
الأحاديثُ الخمسونَ في الكتاب تتضمن 42 حديثًا من كتاب الأربعين نووية وثمانيةَ أحاديثَ أضافها ابْنُ رحب، وهي كما ذكر في مقدمة الكتاب وقد كان بعض من شرح هذه الأربعين قد تعقب على جامعها تركه لحديث : (ألحقوا الفرائض بأهلها، فما أبقت الفرائض، فلأولى رجل ذكر) قال : لأنه الجامع لقواعد الفرائض التي هي نصف العلم، فكان ينبغي ذكره في هذه الأحاديث الجامعة، كما ذكر حديث (البينة على المدعي، واليمين على من أنكر) لجمعه لأحكام القضاء. فرأيت أنا أن أضم هذا الحديثَ إلى أحاديثِ الأربعينَ التي جمعها الشيخُ، وأن أضم إلى ذلك كلِّهِ أحاديثَ أُخَرَ من جوامع الكلم الجامعة لأنواع العلوم والحكم، حتى تكملَ عدةُ الأحاديث كلها خمسين حديثاً• وهذه تسميةُ الأحاديث المزيدةُ على ما ذكره الشيخ في كتابه : حديث : ألحقوا الفرائض بأهلها حديث : (يحرم من الرضاع ما يحرم من النسب) حديث : (إن الله إذا حرم شيئا حرم ثمنه) حديث : (كل مسكر حرام) حديث : (ما ملأ آدمي وعاء شرا من بطن) حديث : (أربع من كن فيه كان منافقا) حديث : (لو أنكم توكلون على الله حق توكله، لرزقكم كما يرزق الطير) حديث : (لا يزال لسانك رطبا من ذكر الله عز وجل). وسميته : جَامِعُ العُلُومِ والحِكَم في شرحِ خمسينَ حديثاً من جوامعِ الكلم.
نهج الكتاب
ذكر ابن رجب أن غرضَه هو شرحُ الألفاظ النبوية التي تضمنتها هذه الأحاديثُ الكليةُ، «فلذلك لا أتقيد بكلام الشيخ في تراجم رواة هذه الأحاديث من الصحابة رضي الله عنهم، ولا بألفاظه في العزو إلى الكتب التي يعزو إليها، وإنما آتي بالمعنى الذي يدل على ذلك ؛ لأني قد أعلمتك أنه ليس لي غرضٌ إلا في شرح معاني كلمات النبي -صلى الله عليه وءاله وسلم - الجوامعِ، وما يتضمنه من الآداب والحِكم والمعارف والأحكام والشرائع. وأشير إشارة لطيفة قبل الكلام في شرح الحديث إلى إسناده ؛ ليُعلم بذلك صحتُه وقوته وضعفه. وأذكر بعض ما روي في معناه من الأحاديث إن كان في ذلك الباب شيءٌ غيرُ الحديث الذي ذكره الشيخ، وإن لم يكن في الباب غيره، أو لم يكن يصح فيه غيره، نبهت على ذلك كله.» ويبدأ ابن رجب بذكر السند وتقييمه لذلك السند ثم يقدم موضوعَ الحديث وسببَ وروده ثم يقسمه ويبين كلَّ قسم منه ويشرح مفرداتِه ويذكر روايتَه والاختلافاتِ والنصوصَ الموافقةَ لمعنى الحديثِ ثم يذكر رأيه في نهاية الشرح. وشروحه متفاوتة في الطول حسب الموضوع.