Arba'in al-Ajurri : Hadits Pertama
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar Muhammad bin al-Husain al-Ājurri, ia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Abu Muslim Ibrahim bin ‘Abdillah al-Kasyyi, ia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Sulaiman bin Dawud asy-Syādzkūni, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Wāḥid bin Ziyād, ia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Ma‘mar, dari az-Zuhri, dari Sa‘id bin al-Musayyab, dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Allah akan memahamkannya dalam agama.” 1
Muhammad bin al-Husain [Imam al-Ajurri] berkata: Hadits ini menunjukkan bahwa orang yang tidak mendalami pemahaman tentang agamanya, maka tidak ada kebaikan padanya.
Jika engkau bertanya, “Bagaimanakah sifat orang yang Allah ‘Azza wa Jalla pahamkan dalam agamanya, sehingga ia termasuk orang yang Allah kehendaki baginya kebaikan?”
Dikatakan kepadanya: Ia adalah seorang muslim yang berakal, yang mengetahui bahwa Allah ‘Azza wa Jalla telah membebaninya dengan berbagai ibadah. Ia wajib beribadah kepada-Nya dalam ibadah-ibadah tersebut sebagaimana yang Allah perintahkan, bukan menurut keinginannya sendiri, melainkan berdasarkan apa yang diwajibkan oleh ilmu atasnya.
Oleh karena itu, ia mencari ilmu agar memahami ibadah yang Allah ‘Azza wa Jalla bebankan kepadanya, berupa menunaikan kewajiban-kewajiban-Nya dan menjauhi segala yang Dia haramkan; perkara-perkara yang ia tidak boleh bodoh terhadapnya dan para ulama yang berakal tidak memaafkannya apabila ia meninggalkannya.
Contohnya adalah ilmu tentang thaharah: apa saja kewajibannya, sunnah-sunnahnya, perkara yang merusaknya, dan perkara yang memperbaikinya. Demikian pula ilmu tentang lima shalat yang wajib dikerjakan karena Allah ‘Azza wa Jalla dalam sehari semalam, serta bagaimana ia menunaikannya kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Demikian pula ilmu tentang zakat dan apa yang wajib ia tunaikan kepada Allah ‘Azza wa Jalla padanya; ilmu tentang puasa bulan Ramadhan dan apa yang wajib bagi Allah ‘Azza wa Jalla dalam pelaksanaannya; serta ilmu tentang haji: kapan ia wajib dilaksanakan, dan apabila telah wajib, hukum-hukum apa yang harus dipenuhi serta bagaimana ia menunaikannya kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Demikian pula ilmu tentang jihad dan kapan ia menjadi wajib; apabila telah wajib, hukum-hukum apa yang harus dipenuhinya. Juga ilmu tentang mencari penghasilan: mana yang halal dan mana yang haram, agar ia mengambil yang halal dengan ilmu dan menjauhi yang haram dengan ilmu. Demikian pula ilmu tentang nafkah yang wajib ia tunaikan dan yang tidak wajib; ilmu tentang berbakti kepada kedua orang tua serta larangan durhaka kepada keduanya; ilmu tentang menyambung silaturahim dan larangan memutuskannya; serta ilmu tentang menjaga setiap anggota tubuhnya dari segala yang Allah ‘Azza wa Jalla perintahkan untuk dijaga. Dan masih banyak ilmu lainnya yang akan panjang jika dijelaskan, yang harus diketahui dan diamalkan.
Maka pahamilah, semoga Allah merahmati kalian, apa yang Nabi kalian ﷺ anjurkan kepada kalian, agar terdapat kebaikan pada diri kalian, yang akibat baiknya akan kalian puji di dunia dan di akhirat.
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ الْآجُرِّيُّ قَالَ: أَخْبَرَنَا أَبُو مُسْلِمٍ إِبْرَاهِيمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْكَشِّيُّ قَالَ: أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الشَّاذَكُونِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ قَالَ: أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ.1
قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ: يَدُلُّ عَلَى أَنَّهُ مَنْ لَمْ يَتَفَقَّهْ فِي دِينِهِ فَلَا خَيْرَ فِيهِ.
فَإِنْ قُلْتَ: كَيْفَ صِفَةُ مَنْ فَقَّهَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي دِينِهِ حَتَّى يَكُونَ مِمَّنْ قَدْ أَرَادَهُ اللَّهُ الْكَرِيمُ بِخَيْرٍ؟
قِيلَ لَهُ: هُوَ الرَّجُلُ الْمُسْلِمُ الْعَاقِلُ الَّذِي قَدْ عَلِمَ أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ تَعَبَّدَهُ بِعِبَادَاتٍ وَجَبَ عَلَيْهِ أَنْ يَعْبُدَهُ فِيهَا كَمَا أَمَرَهُ لَا كَمَا يُرِيدُ هُوَ، وَلَكِنْ بِمَا أَوْجَبَ الْعِلْمُ عَلَيْهِ، فَطَلَبَ الْعِلْمَ لِيَفْقَهَ مَا تَعَبَّدَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهِ مِنْ أَدَاءِ فَرَائِضِهِ وَاجْتِنَابِ مَحَارِمِهِ لَا يَسَعُهُ جَهْلُهُ وَلَا يَعْذِرُهُ بِهِ الْعُلَمَاءُ الْعُقَلَاءُ فِي تَرْكِهِ، وَذَلِكَ مِثْلُ الطَّهَارَةِ مَا فَرَائِضُهَا، وَمَا سُنَنُهَا، وَمَا يُفْسِدُهَا، وَمَا يُصْلِحُهَا، وَمِثْلُ عِلْمِ صَلَاةِ الْخَمْسِ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فِي الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ وَكَيْفَ يُؤَدِّيهَا إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَمِثْلُ عِلْمِ الزَّكَاةِ وَمَا يَجِبُ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْهِ فِيهَا، وَمِثْلُ صِيَامِ شَهْرِ رَمَضَانَ وَمَا يَجِبُ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فِيهِ، وَمِثْلُ الْحَجِّ مَتَى يَجِبُ، وَإِذَا وَجَبَ مَا يَلْزَمُ مِنْ أَحْكَامِهِ كَيْفَ يُؤَدِّيهِ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ؟ وَمِثْلُ الْجِهَادِ وَمَتَى يَجِبُ؟ وَإِذَا وَجَبَ مَا يَلْزَمُهُ مِنْ أَحْكَامِهِ وَعِلْمِ الْمَكَاسِبِ وَمَا يَحِلُّ مِنْهَا وَمَا يَحْرُمُ وَلْيَأْخُذَ الْحَلَالَ بِعِلْمٍ وَيَجْتَنِبَ الْحَرَامَ بِعِلْمٍ، وَعِلْمِ النَّفَقَاتِ الْوَاجِبَاتِ عَلَيْهِ وَغَيْرِ الْوَاجِبَاتِ، وَعِلْمِ بِرِّ الْوَالِدَيْنِ وَالنَّهْىِ عَنِ الْعُقُوقِ، وَعِلْمِ صِلَةِ الْأَرْحَامَ وَالنَّهْيِ عَنْ قَطْعِهَا، وَعِلْمِ حِفْظِ كُلِّ جَارِحَةٍ مِنْ جَوَارِحِهِ مِمَّا أَمَرَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِحِفْظِهَا، وَعُلُومٍ كَثِيرَةٍ يَطُولُ شَرْحُهَا، لَا بُدَّ مِنْ عِلْمِهَا وَالْعَمَلِ بِهَا.
فَاَعْقِلُوا رَحِمَكُمُ اللَّهُ مَا حَثَّكُمْ عَلَيْهِ نَبِيُّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى يَكُونَ فِيكُمْ خَيْرٌ تَحْمَدُونَ عَوَاقِبَهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
1. Dan sanadnya shahih, dan sungguh Abdul-A‘la telah menyertai Abdul-Wahid dalam meriwayatkannya di dalam riwayat Ibnu Majah (230).
1. وَإِسْنَادُهُ صَحِيحٌ، وَقَدْ تَابَعَ عَبْدَ الْوَاحِدِ عَلَيْهِ عَبْدُ الْأَعْلَى عِنْدَ ابْنِ مَاجَه (٢٣٠)